Mt. Sibayak (pt.1)
sudah hampir setahun belakangan ini, rasanya ingin sekali bisa bepergian kesana kemari. entah karena sudah terlalu kebanyakan berdiam diri di kamar (read: pengangguran), atau karena langkah yang sering tersendat karena keadaan yang sering sekali tidak memihak. ditambah pula virus nakal yang sempat singgah ke tubuhku, semakin mempersempit langkah ku untuk jalan. sebagai manusia ambisius, semakin sempit ruang malah menjadikan hasrat semakin menggebu hahaha dasar aku.
sampai akhirnya sesuatu terjadi, entah menjadi puncak segala masalah, atau memang sudah saatnya melepas segala prahara. aku memilih menepi, mencoba menarik napas lagi, dan akhirnya memutuskan membuat rute perjalanan baru. sesuai akan janji pada diri, aku ingin kali ini selamatkan diriku dan tidak menjadikan orang lain yang nomor satu. bukan egois, cuma sekali lagi harus kuulangi bahwa, aku punya keputusan penuh atas diriku. maaf kalau kali ini ada yang tidak sependapat dengan jalan pikiranku soal yang satu ini. aku tidak menutup akses untuk menerima nasihat dan wejangan, aku tetap mendengar, tapi aku pula miliki hak penuh untuk memilih keputusan apa yang kuambil setelahnya.
kembali soal menepi dan mengubah rute perjalanan hidup, aku mencoba healing dari hingar bingar. aku memutuskan untuk kembali pada rencana-rencana yang selama setahun kemarin belum terealisasi soal alam, salah satu nya adalah mendaki gunung.
saat itu, kuutarakan keinginan ku berulang-ulang ke salah satu temanku. kak egy namanya. belakangan kak egy menjadi salah satu tempat ku berkeluh kesah, dan juga tempat ku mengutarakan segala ingin-ingin ku. soal naik gunung, aku cukup sadar, sebetulnya untuk kondisi fisikku yang ga sekuat dulu pasti penuh risiko. aku yang sekarang sudah gampang habis napas, langkah kaki pun juga sudah ngga selincah dulu karena kakiku yang menderita tendinitis akibat jatuh beberapa tahun lalu. tapi aku benar-benar ingin sekali naik gunung, seingin itu.
kak egy sempat bilang, ada wacana meski tak tahu terealisasi atau tidak. katanya mau mendaki ke Mt.Sibuatan sehabis lebaran nanti. aku cukup pede untuk bilang 'aku pokoknya mau ikut, kak' karena kupikir, ah aku masih punya cukup waktu buat siap-siap sama fisikku. ntah karena aku yang terus-terusan merengek, atau memang sebetulnya kak egy juga merindu udara gunung, ia pun juga acap kali mengirimiku video-video para pendaki atau reels di instagram. sampai akhirnya, semesta berpihak padaku (dan juga kak egy muehehehe).
beberapa hari lalu, bang dika (ayang-nya kak egy wkwkšš) memberi kabar kalau salah satu temannya ada yang mau mendaki ke Mt.Sibayak, karena kebetulan ada job. bang dika menawariku untuk ikut bersama kak egy, dan mana mungkin aku membuang kesempatan satu ini. meskipun hati kali ini rasanya ingin kali bisa bertegur sapa dengan Sibuatan karena cerita kak egy yang sudah terlebih dahulu kesana, cerita nya soal 'samudera diatas awan', membuat ku semakin tak kuasa menahan rasa inginku untuk bisa sampai ke puncak Sibuatan. tapi kupikir lagi, apa salahnya aku bertegur sapa dahulu dengan Mt.Sibayak, lagi untuk pemula apalagi orang yang sudah lama tidak naik gunung sepertiku, track Sibayak masih mumpuni untuk dilewati. kalau kata kak egy 'hitung-hitung pemanasan, ut', ah betul juga dalam hatiku. akhirnya aku meng-iya-kan ajakan bang dika, setelah mendapat restu pula dari rumah.
akhirnya aku pun bersiap. setelah melewati kerempongan packing wkwk, aku dijemput sekitar jam 20.30 wib oleh bang dika dan kak egy untuk berjumpa dengan teman-teman lain yang saat itu akan ikut mendaki bersama. total yang berangkat saat itu ada 6 orang (diluar tamu yang akan didampingi). ada aku, bang dika dan kak egy, dan juga aku akhirnya punya teman-teman baru. ada bang ari, bang kendal, dan kak fani. aku berangkat bersama upik malam itu (nama motor kesayangan-ku), namun akhirnya diputuskan kalau aku dibonceng oleh bang ari. lumayan... lumayan untuk olahraga senam jantung:) ternyata bang ari bawa motor kek orang kesetanan, tiap kali motong jalan, rasanya jantungku ikut nyangkut diantara truk-truk yang kami lewati. tapi aku tidak bisa bohong kalau sangat menyenangkan selama diperjalanan bersama bang ari, ia lucu, ramah, berbicara dengannya juga nyambung karena ada saja topik yang bisa dijadikan bahan bicara, ya walaupun sedikit ngeselin wkwkwk. dia juga rela hati memberikan bahu nya untuk kusenderi saat aku sudah sangat mengantuk sewaktu diperjalanan balik.
balik ke perjalanan, setelah beberapa kali terhenti karena harus singgah membeli ini itu untuk kebutuhan selama mendaki, akhirnya kami sampai di pos registrasi kurang lebih sekitar jam 23.30 wib. bang ari sang pawang kami wkwk langsung bergegas ke bilik registrasi, setelah itu kami melanjutkan perjalanan melewati 'tanjakan cinta'.
aku sudah bilang, 'bang, aku turun saja. aku rasa upik ga bakal kuat', lalu dia bertanya 'siapa upik?' aku pun langsung tertawa 'hahahaha kereta ku bang, namanya upik', saat itu bang ari tetap meyakinkan ku untuk tetap diboncengan saja, sampai akhirnya dia bilang 'kamu yang bawa gimana? abang yang jalan' yaaa kukatakan saja 'oke bang', dan ternyataaaa upik menyerah:')
tiba-tiba tenaga upik habis, mesin nya mengeluarkan bau asap seperti kabel terbakar, cukup menusuk bau nya. akhirnya bang ari bergegas membantu ku, dan upik didorong sampai ke pos lestari (parkiran motor dan juga warung yang mereka sebut warung bang ahmad, posisi nya berada dibawah kaki gunung). aku, kak egy, dan kak fani akhirnya berjalan untuk sampai kesana. saat itu tiba-tiba sesak napasku kambuh, setiap tarikannya mulai terasa berat. waktu itu yang terngiang-ngiang dipikiranku adalah isi chat ku dengan titak, karena sebelum berangkat aku sempat mengabari nya kalau aku mau mendaki dan dia merepet he he he. tapi meskipun gitu dia sempat mengingatkanku untuk dzikir selama diperjalanan, jadi diwaktu yang bersamaan meski aku khawatir, aku juga sambil mengucap dalam hati, juga meminta untuk dikuatkan. 'ah masa baru sampe sini aku udah K.O' batinku. tapi alhamdulillah aku sampai juga di pos lestari huaaa lega aku.
akhirnya setelah mengecek keadaan upik, kami pun membangun tenda. kami memutuskan untuk membangun tenda di bawah saja, katanya sih itu lapak-nya bang ari hahaha, aku si anak bawang percaya-percaya saja, ntah iya atau ngga mereka lah yang tau hahahah. kami membangun tenda dibawah agar saat summit, tas carrier, barang-barang konsumsi dan lain-lain ditinggal saja dibawah, hanya barang-barang penting saja yang nanti nya dimasukkan dalam satu tas untuk dibawa ke atas.
setelah tenda selesai dibangun, bang kendal dengan sigap langsung menanak nasi dan masak ifumie. masakan bang kendal ternyata enak juga. kak fani, istrinya bang kendal, juga terus-terusan memuji masakan bang kendal hahahaha. kami makan bersama, sambil menunggu tamu datang.
karena bang ari-lah yang menerima job guide, dibantu bang dika, mereka lah yang nanti akan turun kembali ke pos registrasi untuk menjemput 4 orang tamu. sedangkan aku, kak egy, kak fani dan bang kendal tetap di tenda. sambil menunggu, bukannya istirahat, kak egy malah mengajakku masak puding:) tau jam berapa? jam setengah 3 pagi:)
(nih puding mendidih kurleb hampir setengah 4š)
kelar urusan puding, aku dan kak egy masuk kedalam tenda. baru saja rasanya mataku terpejam, tiba-tiba aku mendengar suara bang dika.
'weeeh kalian mau bareng ngga naik nya? ayok biar bareng sama tamu-tamu itu'. dalam benak aku rasanya ingin sekali memilih untuk tetap tidur karena mataku masih ngantuk sekali. tapi masa iya aku lewatkan moment sunrise, akhirnya kusenggol kak egy 'kak, kak bangun! itu bang dika udah ngajak summit'. yaaaaak.... akhirnya aku dan kak egy bangun dan melangkah gontai ke kamar mandi untuk cuci muka lalu bersiap-siap untuk summit. dibarengi dengan kerempongan seorang utari pasti nya wkwkwkwkš
š
oiya kamar mandi nya mahal, 3 ribu/orang wkwkwk. ya memang wajar saja sih, tapi untuk kantong melarat sepertiku dan hobi beser, lumayan nelan ludah tiap kali pengen ke kamar mandi hahahahaha. eh tapi beberapa kali aku juga ngga bayar, bukan nya gamau, tapi mungkin karena kami jalan bareng pawang (read: bang ari wkwk), beberapa kali abang-abang di warung itu ngga mau nerima uang kami.
.............
cerita belum selesai
selanjutnya di Mt.Sibayak (pt.2) yaaa<333







Comments
Post a Comment