18 Jan, setahun lalu.
malam ini aku teringat akan sesuatu. bukan, bukan hanya karena mendengarkan kalimat-kalimat yang sama sekali tidak ingin kudengar dari luar, tapi karena terkenang akan memori masa lalu.
malam itu, setahun lalu. semua perjalanan dimulai dari sini. setelah melawan badai 10 hari, aku memberanikan diri untuk cek kesehatan. malam hari hasilnya keluar, aku dinyatakan positif corona. setelah dirawat beberapa hari dan 3 minggu kemudian akhirnya dinyatakan negatif, kukira perjalanan sudah selesai sampai disitu. ternyata ngga, ternyata perkiraanku salah. kondisiku cukup buruk.
paru-paruku ternyata masih dipenuhi flek, bahkan ada cairannya. entah karena faktor aku yang mengidap diabetes saat ini, entah karena kondisi darah yang ga baik, atau memang pola hidupku yang emang udah ga sehat. panjaaang yang dilewati, dari mulai terseok-seok sampai harus tetap dengan kepala tegap. sampai hari ini, perjuangan itu belum usai. berderai air mata malam ini mengingat kembali apa yang terjadi dalam setahun kemarin. sedih iya, tapi juga menangis karena bangga akan diri ini. bisa melewati setahun itu dengan tetap gagah berani, meski hancur tiap sisi. karena ga cuma sakit yang dihadapi, tapi ada banyak 'sakit-sakit' yang lain yang harus tetap diterjal.
kau itu keren ut, dihadapkan pada posisi sulit bertubi-tubi tanpa ampun dari manapun namun kau tetap bangkit lagi, berusaha berbenah lagi, menerima lagi, meski aku tau begitu remuk redam jiwa dan tubuhmu. begitu sakit yang kau rasa, begitu jahat keadaan padamu.
hei utari, terimakasih ya. tetap bertahan bersama ya. aku janji akan lebih menyayangimu mulai sekarang, takkan kubiarkan lagi ada yang berani-berani nya matikan jiwamu, akan kuselamatkan engkau, akan kuberi kau kesempatan untuk hidup kali ini. kita sama-sama berjuang, wahai diriku, si tangguh. perjuangan emang belum usai, but we can through this, together.
hei utari, gapapa malam ini kalau mau nangis dulu, resapi dan peluk aja dulu rasa sakitnya. nangis aja dulu kalau emang bisa melegakan, ga ada yang salah kok sama nangis. tapi besok kita songsong lagi hari-hari yang gatau bakal cerah, mendung, atau gelap dengan kepala tegap lagi ya. jangan lupa simpulkan senyum mu, kau manis apalagi kalau lesung pipimu mekar di sudut kanan itu.
inget, kau hebat, kau tangguh, kau lah pemenangnya. terimakasih sudah kuat dan tetap bertahap sejauh ini ya. i love you, utari. so much!
Comments
Post a Comment