kun faya kun

pernah gak sih kalian berada dititik jenuh?
aku, sedang di fase itu. memuakkan sekali rasanya.
bagaimana tidak, gak tau mau menyelesaikan urusan yang mana dulu yang harus dikerjakan, kepala penat, gampang bete, ujung-ujungnya jadi berhenti usaha untuk cari jalan keluar. aku si hamba yang angkuh, kadang masih keras kepala, padahal tau ada Dia yang selalu ada.

satu malam aku benar-benar tak bisa terlelap, mataku sama sekali tak merasa ngantuk. bolak-balik membuka laptop pun tapi tak ada satu katapun yang kuketik untuk menyelesaikan tugas akhirku.
sampai akhirnya kakiku menyenggol mukenah yang kuletakkan diujung tempat tidurku. kupandangi mukenah itu terus menerus. kupikir angkuhku sebesar itu, ternyata goyah juga.
aku tak tahu hukumnya bagaimana, sah atau tidakkah malam itu sholatku. tapi akhirnya aku memaksakan diri untuk memejamkan mata sebentar karena tiba-tiba hati tegerak untuk sholat malam. dasar kita ya manusia, ingat Tuhan sebab sedang susah hati. tak pula munafik, aku sudah lama jauh dari-Nya, menunaikan sholat maghrib saja rasanya masih payah betul, apalagi menunaikan 5 waktu, masih sering bolong dan suka melupakan meski tau sudah waktu nya.

pukul 3 pagi, kubuka mataku, akhirnya aku bergerak mengambil wudhu dan menunaikan sholat. ntah tadi tertidur apa tidak, tapi yang kutau mataku terpejam. setelah habis sholat aku masih diam, tak meminta apa-apa, hanya berdoa untuk kedua orangtuaku, masih angkuh ternyata aku. aku tediam, duduk melamun diatas sajadah ku. tak sadar tiba-tiba air mataku ternyata sudah jatuh begitu saja, meringkuk aku memeluk diriku sendiri sambil sesekali menepuk pundakku. akhirnya aku berserah, mengadu sembari memohon padaNya. lama juga akhirnya aku bercerita padaNya, tentang keresahanku, kebimbanganku akan keputusan apa yang harus aku ambil, semua yang menjadi pikiranku beberapa hari ini kutumpahkan padaNya, tak luput satupun, termasuk soal hati. sampai akhirnya kututup dengan kalimat 'Tolong beri aku petunjuk ya Rob, apa yang harus aku lakukan sekarang?'
setelah puas mengadu akhirnya aku tertidur.

beberapa hari setelah malam itu, di suatu pagi hari yang cerah.
seorang teman menghubungiku tiba-tiba, namanya Anis, ia teman kuliahku. hanya saat S-1 kami tak sekelas, namun hubungan kami baik karena dahulu mantan pacar kami adalah teman baik, lalu akupun jadi akrab dengan Anis, lagipun kami satu ikatan di organisasi. begitupun saat mengambil magister, Anis malah jadi seniorku karena ia sudah terlebih dahulu menjadi mahasiswi. ia tiba-tiba menanyakan kabar tesisku. dengan apa adanya kusampaikan bahwa tesisku sedang mandet. lalu dengan kebaikan hatinya tiba-tiba ia menawarkan bantuan, untuk membantu bertukar pikiran, memberi solusi, memberikan semangat, mengingatkan atas kemampuan diri ini, dan yang tak aku duga kehadiran temanku satu ini menjawab atas satu persoalan ku. aku terperajat dengan satu kalimatnya, 'Sebenarnya bukan gapunya alasan uut, uut masih malas untuk memulai karena merasa nyaman di posisi yang sekarang. Dan untuk memulai lagi, harus ada teman yang harus gencar untuk menyuruh uut dan bantu untuk memulai semuanya'.
nyess... Allah jawab pintaku melalui tangan nya. ini dia jawabannya. ternyata Allah masih memintaku untuk bertahan dan menyelesaikan apa yang sudah aku pilih dari awal. ternyata aku belum boleh menyerah. aku ingat satu ucapanku saat mengadu malam itu, aku bilang 'aku tau engkau ada ya Allah, tapi butuh sosok yang bisa ada disampingku, menguatkanku, yang bisa mendorongku sebab untuk jalan sendirian aku sedang tidak punya kekuatan' kurang lebih begitu beberapa perkataanku saat mengadu padaNya malam hari itu. ternyata Allah kirim jawabanku secepat kilat, gak pake nunggu lama. aku bahkan sudah berharap pada orang terdekat saja tak ada yang mampu membangkitkan semangatku, tapi teman yang tak kukira-kira datang mengulurkan tangan nya. Allah memang maha membolak-balikkan hati. menggerakkan hati temanku ini secara tiba-tiba hanya karena ia membaca tulisanku di ig story-ku beberapa hari yang lalu soal 'mauncu' dan akhirnya tergerak untuk membantuku, tak habis pikir aku masih rasanya. Allah masih saja menolongku padahal aku jahannam kali jadi hambaNya. aku teringat akan satu penggalan surah di Alquran, kun faya kun.  Bila kataNya jadi, maka terjadilah, gak ada yang gak mungkin kalau Dia yang berkehendak. soal membolak-balik hati juga bukan perkara sulit untukNya. Ia mengirimkan pertolongan nya bisa dari dan melalui mana saja. kuasaNya emang luar biasa padahal lagi-lagi aku hanyalah si hamba yang selalu lalai. Allah benar-benar jawab satu persoalanku agar satu jenuh dalam pikiranku hilang, baik sekali Allah padaku.
ah malu nya aku. suka mengeluh sendirian padahal Allah selalu disampingku, dan selalu siap membantuku. saat ini, api semangatku sudah hidup kembali. dan aku memilih menuntaskan kewajibanku sesuai ketentuan yang Allah sudah beri tanda padaku. semoga kali ini aku tak lagi menyia-nyiakan waktuku.


كُن فَيَكُونُ

11/08/21

Comments

Popular Posts