ambisius
menurutku, tiap orang pasti punya sifat ambisius.
entah ambisius soal prestasi, popularitas, atau ambisius atas suatu duduk kuasa.
belakangan ambisius menjadi kalimat berkonotasi negatif karena santer bahwa orang yang memiliki sikap ini akan melakukan segala cara demi suatu hasratnya yang menggebu-gebu, entah dengan cara halal atau tidak, dan sikap ini sering menjadi sebuah masalah tertentu.
menurut KBBI,
ambisius [am·bi·si·us]
Kata Adjektiva (kata sifat)Arti: berkeinginan keras mencapai sesuatu (harapan, cita-cita); penuh ambisi
contoh: 'ia sangat ambisius untuk menduduki jabatan itu'
padahal kalau dipikir-pikir lagi, bukannya ambisius itu bagus? bukannya ambisius dibutuhkan guna untuk lebih semangat dalam menyelesaikan segala pekerjaan dan mencapai pencapaian yang lebih hebat lagi?
"Dasar ambis woy!"
"Itu tuh si ambis lewat!"
sebetulnya memiliki keinginan yang keras untuk menggapai sesuatu memang hal positif, asalkan jangan berlebihan. ya gak sih? orang yang memiliki sifat ambisius biasanya menjadi mudah depresi, egois dalam bertindak, gegabah dalam mengambil keputusan, selalu merasa tidak ingin dikalahkan dan biasanya jatuhnya malah merugikan orang lain. makanya kata 'ambisius' bisa menjadi suatu hal yang negatif. hal itu terjadi karena Si ‘Ambisius’ yang berlebihan selalu merasa bahwa dirinya adalah yang terbaik dan harus bisa melakukan segala hal dengan sempurna yang hanya memikirkan dirinya sendiri. kalau ini sih, ga banget dah-_-
jadi, sebenarnya sah-sah saja bila memiliki sifat ambisius, dan rasaku ambisius tidak selalu berarti buruk. segala sesuatu pasti memiliki sisi positif dan negatif, tetapi itu semua tergantung bagaimana kita menyikapinya. boleh ambisius, silahkan saja. asal jangan sampai menganggu orang dan merugikan diri sendiri. karen bisa saja kita jadi dijauhi orang-orang terdekat karena sifat ambisius itu bila sudah bermakna negatif.
ah sebenernya hal ini juga jadi pengingat untuk diriku, karena jujur tak kupungkiri bahwa akupun memiliki sifat ambis karena suatu tuntutan 'petinggi negara' untuk selalu menjadi yang no.1. namun akupun harus tahu dan sadar mana batasan-batasan agar tak menyakiti orang disekelilingku. meskipun hati egois dengan berkata 'ah aku bisa hidup sendiri', namun tak kupingkiri bahwa aku takut kehilangan hanya karena sifat ambisiusku yang bisa saja bermakna buruk untuk orang disekelilingku.
jadi, masih mau jadi ambisius?
Comments
Post a Comment