// 𝑡𝑒𝑚𝑎𝑟𝑎𝑚
‘aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku janji.’
pernah si anak perempuan itu dengar seorang penipu berkata padanya, dan bodohnya dia percaya.
pada dasarnya kadang-kadang manusia suka inggar janji,
atau sebenarnya mereka yang terlalu memberi ekspektasi tinggi kepada badan lain.
temaram ia kala itu, tiada senyum terlintas di bibir.
yang terngiang di hati dan pikiran, kata-kata yang tercetak tebal di atas.
tercaplah ia sebagai penipu, bahkan sampai detik ini, takkan berubah.
suatu malam, si anak perempuan yang hampir setahun temaram pun terbangun.
sepertinya ia ditegur Tuhan.
ia sujud dan mohon ampun, minta diberi kuat dan jalan.
seperti nya kala itu Tuhan masih sayang padanya.
dibukakan jalan, senyum pun hinggap kini dibibir, bahkan tawa serta bahagia.
walau tak pula berbohong, temaram masih suka hinggap kadang-kadang.
hati sudah tak berasa, tapi ingatan suka berputar bagai topan, membuat bulir air jatuh dari mata hinggap di pipi.
si anak perempuan itu sebenarnya tau betul, tak boleh lagi begini.
tapi ia tak punya pilihan lain jika topan itu datang dipikiran,
padahal kalau dipikir-pikir, Tuhan sudah memberi jalan keluar.
lingkungan nya suka sekali dengan sengaja melibatkan nya dengan hidup si penipu itu,
padahal ia sudah tak ingin, benar-benar tak ingin.
tiada temaram, tiada temaram, begitu pinta hati nya, selalu.
Comments
Post a Comment